Cara pesan Jamu herbal sriaji Bojonegoro

Cara pesan ''Jamu Herbal Sriaji '' Bojonegoro:
Harga 1 paket ramuan djabal isi 4 bungkus jamu herbal sriaji untuk 40 hari Rp.350.000 sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia

Transfer uang pembayaran ke:
No Rek BCA : 8640097893
A/N : Riyanto
No Rek BRI: 6185 01 016744 537
A/N : Riyanto
@BCA: BCA: 8640097893 A/N RIYANTO
@BRI: BRI: 6185 01 016744 537 A.N RIYANTO

Setelah transfer segera konsfirmasi dan kirim bukti transferpembayaran serta kirim alamat lengkapnya ke salah satu kontak kami

Kontak Jamu herbal sriaji:
HP/SMS :082216211402
WA: 082216211402
Imo: 082216211402
Wechat: 082216211402/ID:herbalsriaji
Line: 082216211402/ID:herbalsriaji
PinBBM:5CEC3DC7
Fans Page FB:Herbal Sriaji Pusat
Youtube: Herbal Sriaji
Twitter: @herbalsriaji
Email: riyantosriaji@gmail.com

Kamis, 10 Oktober 2013

Warga Bojonegoro menemukan obat herbal hiv aids


Gambar/foto bapak Riyanto herbalis bojonegoro penemu obat HIV/AIDS




Gambar herbal jamu sriaji bojonegoro obat hiv

Warga Bojonegoro Temukan Obat Virus HIV / AIDS
pojokpitu.com,Berbekal suka membaca buku herbal, warga Kabupaten Bojonegoro berhasil menemukan obat untuk pengidap virus HIV AIDS.Terbukti ratusan pasien, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri dapat ia sembuhkan dengan meminum ramuan herbal yang ia buat.Bagi Riyanto (45) warga Desa Sumberarum Kecamatan Dander Bojonegoro, setiap penyakit yang diberikan Tuhan pasti juga di berikan obatnya. Berbekal membaca buku dan memadukan ramuan - ramuan herbal, seperti daun tapak liman,akar akaran dan dedaunan di hutan sekitar bojonegoro, pria beristrikan Rini Mariana tersebut menemukan obat untuk menyembuhkan orang yang terkena HIV AIDS.Terbukti lebih dari seratus orang dari segala penjuru, baik itu warga Indonesia, maupun luar negeri, seperti Thailand, Singapura, China, malaysia,singapura maupun India pernah memasan obat kepadanya. Dengan sistem penjualan online dan terbukti kini mereka telah sembuh.

Untuk membuat ramuan herbal tersebut, terlebih dahulu daun yang telah dipetik, di keringkan selama dua hari. Daun tersebut kemudain di cuci hingga bersih. Proses pencucian ini dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dedaunan tersebut bersih, kemudian kembali di keringkan selama 2 hari. setelah di pastikan kering, dedaunan tersebut lantas digiling dengan menggunakan mesin giling. Setelah dedaunan tersebut hancur, baru kemudian masuk dalam pengemasan.

"Untuk mengkonsumsi ramuan herbal tersebut, harus dengan air dengan takaran satu kemasan di padukan dengan 6 sampai 9 liter air," kata Riyanto.Menurut Riyanto, untuk menyembuhkan pasien pengidap HIV AIDS, haruslah melakukan terapi dengan meminum obat herbal sriajinya selama empat sampai enam bulan. Tergantung tingkat penyebaran virus mematikan tersebut. Namun, obat herbalnya yang diberi nama Herbal Sri Aji tersebut, belum diakui oleh badan perlindungan obat dan makanan. Pasalnya, ketika diujikan di Universitas Gajah Mada satu dokter penguji tidak dapat hadir dalam uji lab tersebut.Meskipun demikian, Riyanto dengan di bantu teman- temanya tetap memberikan obat kepada para pengidap HIV AIDS. Bagi mereka yang tidak mampu diberikan secara gratis, untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban saja. Mereka juga menjadi pendamping bagi para pengidap yang diasingkanoleh lingkungannya.Salah satu pasien pengidap HIV AIDS yang telah disembuhkan dengan meminum ramuan herbal adalah Musripah. Setahun lebih ia terserang HIV AIDS, dan hampir saja tewas akibat virus tersebut. Ia pun sempat dirawat di RSUD Kediri untuk menjalani pemeriksaan, namun kodisi tubunya yang semakin parah. Musripah dipulangkan ke rumahnya di kecamatan Kapas Bojonegoro."Kini setelah terapi dan minum obat herbal sriaji bojonegoro, Musripah bisa terbebas dari virus mematikan tersebut," kata Musripah mantan pengidap HIV AIDS.

Berikut beberapa liputan dari media cetak dan elektronik yang telah mempublikasikan ramuan jamu herbal sriaji bojonegoro ini:

Link Sumber dari Pojok Pitu Jtv==>http://www.pojokpitu.com/baca.php?idurut=15855&&top=1&&ktg=J%20Pantura&&keyrbk=Kesehatan&&keyjdl=hiv
Posting Komentar